Terbentuknya Alam Semesta Dan Penghuninya

Terbentuknya Alam Semesta Dan Penghuninya

  1. Terbentuknya Alam Semesta

Teori Terbentuknya Alam Semesta

  1. Teori Dentuman Atau Ledakan

Mengutamakan bahwa adanya suatu massa yang sangat besar dijagat raya dan mempunyai jenis yang sangat besar, meledak dengan hebatnya akibat adanya reaksi inti, massa yang meledak berserekan dan mengembang dengan sangat cepat serta menjauhi pusat ledakan, massa yang berserakan itu berbentuk kelompok dengan berat jenis relatif kecil dari massa semula yang kita kenal sebagai galaksi-galaksi ini terus bergerak menjauhi titik Intinya.

  1. Teori Ledakan Besar (Big-Bang Theory)

Teori Big Bang yaitu teori yang bisa diterima secara ilmiah sekarang untuk menjelaskan asal mula terbentuknya alam semesta (universe).Teori ini berbunyi:

“ Alam semesta diciptakan kira-kira 15.000.000.000 (lima belas trilyun) tahun yang lalu,kejadiannya berawal dari meledaknya atom prima atau atom awal (Primeval Atom). Ledakan itu sangat besar dan dasyat yang menyebabkan berhamburannya seluruh isi (Materi dan energi)atom prima itu ke segala arah.”

  1. Teori Ekspansi Dan Kontraksi

Dalam jangka waktu 30.000 juta tahun dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi beserta bintang-bintangnya. Ekspansi tersebut didukung oleh adanya tenaga yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur lain yang kompleks pada masa kontraksi, terjadi galaksi dan bintang-bintang yang terbentuk menyusut dengan menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.

  1. Terbentuknya Alam Semesta Menurut Agama Islam

Pada dasarnya Islam memberikan landasan yang nyata dalam setiap bidang kehidupan. Tidak saja dalam masalah-masalah tauhid, ibadah, keimanan maupun sosial kemasyarakatan. Sekaligus mencakup di bidang eksakta yang ada kaitannya langsung dengan fenomena alam semesta.

Penciptaan alam semesta menurut Al-Qur’an salah satunya adalah menjelaskan bahwa alam semesta terbentuk melalui enam masa, akan tetapi penyebutan enam masa ini banyak menimbulkan permasalahan. Sebab, enam masa tersebut ditafsirkan berbeda-beda, mulai dari enam hari, enam periode, hingga enam tahapan. Oleh karena itu, pembahasan berikut mencoba menjelaskan maksud enam masa tersebut dari sudut pandang keilmuan, dengan mengacu pada beberapa ayat Al-Qur’an. Salah-satu ayat Al-Qur’an yang menyebutkan enam masa yaitu sebagaimana dalam surat An-Nazi’at ayat 27-33 sebagai berikut :

  1. Masa 1 (An-nazi’at ayat 27) Penciptaan Langit Pertama Kali

Alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13.7 milyar tahun lalu. Peristiwa big bang yang telah di kemukakan oleh Georges Lemaitre, George Gamow pada tahun 1930an, dan Stephen Hawking pada tahun 1980-an tersebut telah menjelskan kejadian awal alam semesta. Teori tersebut menjelaskan bahwa alam semesta awalnya tersusun sebuah titik yang sangat rapat, padat dan panas, yang di sebut titik singularitas, yaitu sebuah titik yang tidak terdefinisikan. Bukti dari teoriini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit. Awan dan debu yang meledak yang terdiri dari hidrogen, sehingga dapat dikatakan bahwa hidrogen adalah unsur pertama ketika dukhan berkondensasi sambil berputar dan memadat.

Sehingga terjadi sebuah perubahan  wujud hidrogen yang  mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan  massa atom hidrogen yang berubah. Selanjutnya, angin dan bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, yang kemudian menyebar dan menghilangkan  debu yang mengelilinginya. Sehingga,dukhan yang tersisa berbentuk berupa piringan, kemudian membentuklah galaksi. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa alam semesta yang kita kenal sekarang ini bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi.

  1. Masa 2 (An-nazi’at ayat 28) Pengembangan dan Penyempurnaan

Dalam ayat 28 terdapat dua poin pokok yaitu kata “meninggikan bangunan” dan “menyempurnakan”. Kata “meninggikan bangunan”disini hanya dapat dianalogikan sebagai alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi.

  1. Masa 3 (An-nazi’at ayat 29) Pembentukan Tata Surya termasuk  Bumi

Di dalam surat An-nazi’at ayat 29 ini saya menggaris bawahi tentangpenyebutan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dansiang yang terang benderang. Sehingga dapat ditafsirkan bahwa penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan bumi yang berotasi sehingga terjadilah pergantian siang dan malam. Dalam pembentukan tata surya banyak sekali yang memperkirakan bahwa pembentukan tata surya seperti pembentukan bintang yang relatif kecil, kira-kira sebesar orbit Neptunus. Prosesnya sama seperti pembentukan galaksi seperti di atas, hanya ukurannya lebih kecil. Akan tetapi perkiraan diatas masih relatif kebenarannya.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/