Stres di Masa Remaja

Stres di Masa Remaja

 Banyak hal dan kondisi yang dapat menimbulkan tekanan (stres) dalam masa remaja. Mereka berhadapan dengan berbagai perubahan yang sedang terjadi dalam dirinya maupun target perkembangan yang harus dicapai sesuai dengan usinya. Di pihak lain, mereka juga berhadapan dengan berbagai tantangan yang berkaitan dengan pubertas, perubahan peran sosial, dan lingkungan dalam usaha untuk mencapai kemandirian. Tantangan ini tentunya berpotensi untuk menimbulkan masalah perilaku dan memicu timbulnya tekanan yang nyata dalam kehidupan remaja jika mereka tidak mampu mengatasi kondisi tantangan tersebut. Penelitian menunjukan bahwa remaja merupakan masa ‘storm and stress’ sehingga memicu terjadinya gangguan depresi yang bermakna.

  1. Antisipasi dari Dampak Negatif Globalisasi
  • Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
  • Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya.
  • Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya.
  • Menumbuhkan kembangkan cara berpikir kritis. Karena hal tersebut menjadikan kita lebih selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
  • Mewujudkan supermasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.

Dengan adanya langkah-langkah antisipasi tersebut, diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa. Selain itu, kita bisa melihat dan mempertanyakan segala sesuatu yang secara logis tidak benar, sehingga kita tidak dapat diindoktrinasi untuk mengatur suatu pandangan tertentu saja. Sebaliknya kita dapat berpartisipasi untuk bersama menentukan cara mengatur dan mengelola sesuatu dengan segala resikonya.

Kesimpulan

Keberhasilan remaja dalam proses pembentukan kepribadian yang wajar dan pembentukan kematangan diri membuat mereka mampu menghadapi berbagai tantangan dan dalam kehidupannya saat ini dan juga masa mendatang. Untuk itu mereka seyogyanya mendapatkan asuhan dan pendidikan yang menunjang untuk berkembangannya self confidence, role anticipation, role experimentation, dan apprenticeship yang sudah dimulai sejak masa anak dan pra-remaja sehingga masa kritis yang dijumpai di  tahap perkembangan remaja ini dapat dilalui dengan mulus. Walaupun secara rasional selalu dapat dilakukan koreksi dan kompensasi terhadap defek perkembangan kepribadian dan masalah psikososial yang dihadapi, namun hal ini tentunya membutuhkan usaha yang lebih besar. Dengan demikian, lebih baik mencegah dengan memperkuat berbagai faktor protektif dan mengurangi sebanyak mungkin faktor risiko yang ada yang sudah dimulai sejak masa konsepsi hingga individu mencapai masa remaja.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/