Jenis-jenis Metode Penelitian

Jenis-jenis Metode Penelitian

Pengelompokan jenis penelitian kesehatan itu bermacam-macam menurut aspek mana penelitian itu ditinjau. Berdasarkan metode yang digunakan, penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yakni :

Metode Penelitian Survei (Survey Research Method)

Penelitian survey adalah suatu penelitian yang dilakukan tanpa melakukan intervensi terhadap subjek penelitian (masyarakat), sehingga sering disebut penelitian noneksperimen.  Dalam survey, penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh objek yang diteliti atau populasi, tetapi hanya mengambil sebagian dari populasi tersebut (sampel). Penelitian survey digolongkan lagi menjadi dua, yaitu penelitian survey yang bersifat dekskriptif dan analitik.

  1. Metode penelitian survey deskriptif

Penelitian diarahkan untuk mendeskripsikan atau menguraikan suatu keadaan didalam suatu komunitas atau masyarakat. Misalnya, distribusi penyakit dalam masyarakat dan kaitannya dengan umur, jenis kelamin, dan karakteristik lain. Oleh karena itu penelitian deskriptif ini disebut penelitian penjelajahan (exploratory study). Dalam survey deskriptif pada umumnya penelitian menjawab pertanyaan bagaimana (how).

  1. Metode penelitian survey analitik

Penelitian diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi. Misalnya, mengapa penyakit menyebar disuatu masyarakat, mengapa penyakit terjadi pada sekelompok orang, mengapa masyarakat tidak menggunakan fasilitas yang telah ada, mengapa orang tidak mau membuat jamban keluarga, dan sebagainya. Survei analitik ini pada umumnya menjawab pertanyaan mengapa (why), oleh sebab itu juga disebut penelitian penjelasan (explanatory study).

  1. Metode Penelitian Eksperimen

Dalam penelitian eksperimen atau percobaan, peneliti melakukan percobaan ata perlakuan terhadap variabel independennya, kemudian mengukur akibat atau pengaruh percobaan tersebut pada dependen variabel.Yang dimaksud percobaan atau perlakuan di sini adalah suatu usaha modifikasi kondisi secara sengaja dan terkontrol dalam menentukan peristiwa atau kejadian, serta pengamatan terhadap perubahan yang terjadi akibat dari peristiwa tersebut.Penelitian eksperimen ini bertujuanuntuk menguji hipotesis sebab akibat dengan melakukan intrevensi.Oleh sebab itu sering disebut penelitian intervensi (intervention studies).

Ditinjau dari segi manfaat atau kegunaanya, penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi:

  1. Penelitian Dasar (Basic of Fundamental Research)

Penelitian ini dilakukan untuk memahami atau menjelaskan gejala yang muncul pada suatu ikhwal atau kejadian.Kemudian dari kejadian yang terjadi pada ikhwal tersebut dianalisis, dan kesimpulannya adalah merupakan pengetahuan atau teori baru.Jenis penelitian ini sering juga disebut penelitian murni atau “pure research”, karena dilakukan untuk merumuskan suatu teori atau dasar pemikiran ilmiah tentang kesehatan/ kedokteran.Misalnya penelitian tentang teori penyebab kanker, penelitian cloning, bayi tabung, dan sebagainya.

Baca juga: