Industrialisasi Desa

  Industrialisasi Desa

            Berbeda dengan yang lazim diartikan dengan industri, yaitu sektor pabrikasi atau manufaktur, maka industrialisasi hendaknya meliputi segala bidang kegiatan. Paling tidak, industrialisasi harus meliputi sektor ekonomi, pertanian, perikanan, industri, perdagangan, pengangkutan, perbankan, kesehatan, pendidikan, jasa, dan lain-lain. Industrialisasi berarrti menggunakan dan menerapkan teknologi dengan segala perangkat lunak dan keras pada semua kegiatan masyarakat. Pada hakikatnya industrialisasi berarti mentransformasikan peradaban pertanian dan feodalisme menjadi peradaban industri dan modern (Prof. Sarbini, 2004:150).

            Industrialisasikah jalan keluar dari kemelut desa kita ini? Khususnya di desa industrialisasi harus meliputi semua bidang aktivitas, karena seluruh segi kegiatan masyarakat desa lemah dan perlu dorongan serta perubahan nyata. Industrialisasi dalam arti yang luas ini meliputi sektor pertanian, perikanan, bahkan sektor pendidikan, kesehatan, apalagi perdagangan dan jasa. Industrialisasi tidak hanya meliputi penggunaan mesin-mesin atau alat-alat, tetapi juga mengharuskan penggunaan organisasi yang lebih canggih dan lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan keahlian, keterampilan, yang lebih tinggi, dan rekayasa yang lebih canggihs. Untuk mengadakan industrialisasi desa, pertama-tama perlu disesuaikan tingkat teknologi yang lebih modern dan lebih maju dari teknologi tradisional yang sekarang masih digunakan di pedesaan. Teknologi modern ini pun (yaitu menggunakan mesin-mesin dan alat-alat yang digerakan oleh listrik) janngan terlalu tinggi, sehingga di luar jangkauan pengertian atau penyerapan masyarakat pedesaan. Tentunya dalam hal ini perlu diadakan kursus, latihan, dan pendidikan tambahan untuk meningkatkan kemampuan menyerap teknologi tersebut (Prof. Sarbini, 2004:152). Teknologi apakah yang dimaksud? Untuk lebih lenjutnya mengenai teknologi yang digunakan atau yang cocok untuk masyarakat desa, akan diterangkan pada sub-bab “Pilihan Teknologi” berikut ini!.

  1. Pilihan Teknologi

            Pilihan teknologi ditentukan oelh tujuan pembangunan, seperti memberantas kemiskinan. Pilihan ini juga ditenntukan oleh keadaan masyarakat yang mau mengadakan industrialisasi dan harus memperhitungkkan sektor serta sub-sektor di mana teknologi tersebut diterapkan. Kalau kita melihat keadaan masyarakat dewasa ini, maka dalam garis besarnya dapat dikatakan bahwa di pusat-pusat, yaitu daerah-daerah perkotaan dan sekitarnya sedang berjalan proses revolusi industri ke-2, sedangkan daerah pedesaan umumnya baru tersentuh oleh revolusi industri  ke1. Bahkan, daerah pedesaan kita masih berada pada zaman pra-industri, tempat alat-alat dari XVII masih digunakan (Prof. Sarbini, 2004:153).

            Karena itu, pemilihan teknologi yang selektif sangat diperluakan. Untuk industrialisasi desa dipilih teknologi madya, sedangkan teknologi tinggi dan canggih ditentukan untuk industri dasar (hulu) serta industri ekspor. Dengan pilihan selektif ini, teknologi tinggi ditujukan untuk menghadapi dan mempertahankan daya saing, sedangkan teknologi madya untuk meemperluas industrialisasi ke seluruh pelosok dan lapisan masyarakat, sekaligus menciptakan kesempatan kerja secara besar-besaran (Prof. Sarbini, 2004:154).

            Untuk mendapatkan sekadar gambaran mengenai teknologi madya, lihatlah teknologi yang sekarang ini pada umumnya digunakan di bengkel-bengkel modern di kota-kota besar Indonesia. Jadi, bagaimana dan apa tepatnya teknologi madya ini tergantung dari sektornya, dari lingkungannya, yang masih memerlukan kepastian dari hasil Litbang (R&D) khusus untuk teknologi madya (Prof. Sarbini, 2004:155).

            Jadi, teknologi madya  yang diterapkan di semua sektor (pertanian, industri, perikanan, perdagangan, pengangkutan, dan lain-lain) di daerah pedesaan, menggantikan teknologi tradisional yang hingga sekarang masih dipakai. Hal ini akan sangat meningkatkan produktivitas masyarakat desa. Dengan demikian, sumbangan dari daerah pedesaan akan jadi lebih besar untuk pertumbuhan produk nasional. Dari sudut ini maka sumbangan teknologi madya sangat positif pada pertumbuhan, disamping sumbangannya yang besar dalam bidang pokok, yaitu (Prof. Sarbini, 2004:155):

  1. Memberantas kemiskinan dengan meratakan peningkatan produktivitas ke seluruh rakyat.

 

Sumber :

https://khasanahkonsultama.co.id/filter-wajah-instagram-hadir-di-siaran-langsung/