Fenomena di Planet Venus

 Fenomena di Planet Venus Fenomena di Planet Venus

Efek rumah kaca di Venus muncul dan dipengaruhi oleh Vulkanisme. Gunung – gunung api aktif diperkirakan telah melepaskan sejumlah besar karbondioksida ke Atmosfer. Kemudian terjadi awan yang turun sebagai hujan asam yang disebut Virga, namun menguap sebelum menca[ai permukaan planet. Sementara di bagian atas Atmosfer awan bergulung – gulung dengan kecepatan 300 kilometr per jam akibat hembusan air yang ganas.

Atmosfer padat yang sebagian besar terisi karbondioksida. Atmosfer Venus tebal dan selalu diselubungi oleh awan. Pakar astrobiologi berspekulasi bahwa pada lapisan awan Venus termobakteri tertentu masih dapat melangsungkan kehidupan. Venus memiliki awan bearacun dengan butiran – butiran asam yang bisa membakar kulit. Awan tersebut tidak seperti awan di Bumi yang terbentuk dari butiran – butiran air, awan tebal itu tidak membiarkan sinar Matahari menjangkau permukaan Venus.

Semua yang dapat kita lihat dari Venus dari ruang angkasa adalah puncak – puncak awannya. Awan ini hanya memerlukan empat hari untuk tepat berputar mengelilingi Venus, itu dikarenakan Venus diselubungi awan putih Asam Sulfur sehingga planet ini sangat panas dan terlihat sangat terang. Venus tertupup awan setebal 25 km yang menghalangi pandangan kepermukaannya, maka berbagai tafsiran digambarkan oleh para pengarang fiksi ilmiah zaman dahulu. Ada yang melukiskan permukaan Venus diselimuti oleh hutan lebat ada yang menduga permukaan Venus berawa – rawa dan ada yang menduga sebagai lautan luas itu sebelum wahana – wahana tanpa awak dikirim untuk menyeldidikinya.

  1.   Venus berbeda dengan Bumi

Meskipun venus berukuran dan berbobot hampir sama dengan bumi, namun planet ini jauh berbeda. Venus merupakan planet terpanas, sebagian karena atmosfer tebalnya menangkap sejumlah besar panas matahari melalui efek rumah kaca yang jauh lebih extreme daripada di bumi. Seperti halnya merkurius planet ini juga dapat dilihat dengan mata telanjang, venus biasanya terlihat di sebelah timur sebelum matahari terbit, sehingga venus di sebut bintang timur atau bintang pagi. Kadang-kadang juga venus terlihat di sebelah barat sebelum matahari terbenam, sehingga venus dinamakan bintang senja, bintang barat, atau bintang kejora.

Venus adalah sebuah planet yang kering, gurun pasir terhampar di permukaannya hampir tidak ada air di sana berbeda sekali dengan keadaan permukaan bumi yang sebagian besar merupakan lautan. Di sana juga terdapat kawah – kawah, tetapi tidak sebanyak yang ada di bulan atau Merkurius. Melihat hal – hal itu sebutan Venus sebagai saudara kembar bumi menjadi tidak tepat lagi.

Galileo melihan planet ini berbentuk sabit seperti bulan muda atau bulan tua. Ini menunjukkan bahwa venus adalah benda gelap seperti bulan hanya bagian yang disinari matahari saja yang dpat dilihat. Seperti juga sabit bulan, bentuk sabit Venus juga berubah – ubah. Kadang – kadang bentuknya tipis seperti kuku dan kadang – kadang besar. Dengan mempelajari berubahnya bentuk sabit itu Galileo memperoleh bukti bahwa Venus memang bergerak mengelilingi matahari bukan mengelilungi matahari.

Sumber :

https://haciati.co/indosat-dan-tri-pemenang-lelang-frekuensi-21-ghz/