Alat penangkapan ikan tuna

Alat penangkapan ikan tuna

Alat penangkapan ikan tuna terdiri dari tali utama, tali cabang, tali pelampung, pelampung dan pancing.

  • Tali utama ( main line )

  1. a)Tali utama Tali ini adalah tali utama ( main line ) pada tuna long line
  2. b)Di tali utama dipasang tali cabang setiap 50 m
  • Tali cabang ( branch line )
  1. a)Tali cabang ini adalah tali cabang pancing sepanjang 20 – 50 m
  2. b)Di ujung tali cabang dipasang mata pancing
  • Tali pelampung ( buoy line )
  1. a)Tali ini adalah tali – tali untuk mengapungkan tali utama
  2. b)Tali ini menyambungkan pelampung dengan tali utama
  3. c)Mudah dipasang dan dicabut dengan tali utama karena ada snaph
  • Pelampung ( float )
  1. a)Pelampung adalah alat untuk mengapungkan tali utama di laut
  2. b)Pelampung berbentuk bola plastik yang cukup besar
  • Pelampung berlampu ( light buoy )
  1. a)Pelampung ini, pada malam hari digunakan untuk mencari posisi ujung tali tuna di laut.
  2. b)Diatas pelampung dipasang lampu tanda
  • Mata pancing ( hook )
  1. a)Mata pancing dipasang diujung tali cabang
  2. b)Mata pancing ini memiliki kaitan supaya ikan yang telah memakan umpan tidak terlepas ( tetap terkait )

2.3       Isu Perikanan Tangkap

Pemanfaatan berlebih pada sumber daya yang terbatas, pengoperasian alat tangkap yang merusak, konflik dan sistem regulasi yang tidak memadai merupakan kontributor dalam menunjang kerusakan sumber daya perikanan.Pengendalian perikanan tangkap masih diabaikan sehingga pada daerah dengan tren hasil tangkapan rata atau menurun dibarengi dengan hasil tangkapan per nelayan dan ukuran ikan yang menurun pula.  Hal ini mengarah kepada perikanan tangkap berlebih yang selanjutnya sering terjadi konflik diantara pemanfaatan sumber daya.

Meningkatnya jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, meningkatnya PDB perkapita dan perdagangan interasional,  mengakibatkan wilayah yang overfising cenderung meningkat. Di samping itu, meningkatnya overfishing juga disebabkan oleh visa, kebijaksanaan dan perencanaan pembangunan Indonesia ke depan.

Di wilayah yang overfishing perlu dilakukan konservasi dan pemulihan di wilayah yang underfishing perlu optimasi penangkapan ikan sekaligus.Melakukan konservasi agar potensi sumberdaya perikanan tangkap di laut tetap terjaga keberlanjutannya. Meskipun peluang untuk melakukan optimalisasi penangkapan ikan dilaut Indonesia masih memungkinkan, tetapi perlu langkah-langkah yang lebih sungguh-sungguh untuk menjaga keberlangsungan daya dukung sumberdaya ikan laut, agar tidak merugikan generasi yang akan datang.

Untuk mencegah jumlah penangkapan ikan berlebihan dan jumlah nelayan yang berlebihan, secara langsung dapat melalui pengendalian upaya penangkapan, misalnya pengendalian melalui peraturan dan perizinan untuk mengendalikan dan membatasi jumlah penangkapan ikan, jumlah nelayan, jenis ikan dan ukuran ikan yang ditangkap, serta jenis alat penangkapan ikan yang digunakan. Jenis-jenis perizinan usaha perikanan tangkap menurrut

Departeman Kelautan dan Perikanan nomor 17 tahun 2006, meliputi Surat Izin Usaha (SIUP), Surat izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Kapal Penangkapan Ikan (SIKPI).

Sumber :

https://bloggermuslimah.id/facebook-hapus-sebagian-besar-konten-ekstrimis/