Sejarah Terbentuknya Bumi

Sejarah Terbentuknya Bumi

Sejarah Terbentuknya Bumi

Mulanya terjadinya bumi sama dengan terbentuknya planet-planet lainnya dalam system tatasurya. Bumi berasal dari gumpalan gas yang besar dan dalam keadaan berputar. Suatu saat terlepaslah sebagiaan gumpalan itu.Gum

palan-gumpalan yang terpusah dan terus berputar mengalami proses pendinginan dan akan menjadi padat. Itulah planet-planet termasuk bumi didalamnya. Peristiwa tersebut berlangsung cukup lama sehingga bumu seperti sekarang ini baru terjadi berjuta-juta bahkan bermilyaran tahun. Setelah bumi bertambah dingin, berubahlah gas tersebut menjadi cairan dan demi waktu bagian luarnya makin padat. Sehingga permukaan bumi dapat ditempati manusia, tumbuhan, dan makhlluk lainnya.

Sesudah bumi terbentuk, maka bahan-bahan yang lebih berat menggumpal diintinya, keraknya terdiri dari unsure-unsure silisium dan aluminium. Lalu menyusul lapisan yang lebih dalam dengan unsure-unsure utama silisium dan magnesium. Dan lebih kedalam ada unsure yang banyak mengandung persenyawaan logam sulfide, paling dalam inti dengan kaandungan besi dan nikel.

Kesimpulan bahwa planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hinggan terbentuk bumi yang seperti sekarang ini. Proses pembentukan bumi ada 3 tahap, yaitu :

  1. Awalnya bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami pelapisan/perbedaan unsure.
  2. Pembentukan lapisan struktur bumi diawadi dengan terjadinya differensiasi. Materi besi yang berat jenisnya lebuh besar akan tenggelam, dan yang lebih ringan akan bergerak kepermukaan.
  3. Bumi terbagi menjadi 3 lapisan, yaitu : inti, mantel dan kerak bumi.

2.3              Sejarah Perkembangan Muka Bumi

  1. Teori Pengapungan Benua

Alfred Wegener melakukan penelitian antarbenua secara geologis, kartografis, paleontologist, dan klimatologis. Kesimpulan penelitiannya bahwa benua yang ada sekarang pada zaman dahulu pernah bergabung menjadi sebuah benua besar yang disebut “Pangea”. Karena adanya gerakan benua besar diselatan kearah barat atau utara, maka terjadilah :

   Samudra dan Benua-benua menggabung sendiri-sendiri.

Samudra Atlantik semakin luas karena Benua Amerika Bergerak ke barat.

Adanya kegiatan gempa yang besar disepanjang patahan San Andreas, dekat pantai barat Amerika Serikat.

Dalam Teori ini juga dikemukakan beberapa analisis antara lain, yaitu ;

               Adanya formasi geologi yang sama antara lain pantai timur Benua Amerika dengan pantai barat Eropa dan Afrika, pembuktiannya bahwa formasi geologi di pantai barat Afrika sama dengan pantai timur Amerika.

 Adanya Gerakan Pulau Greenland menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36m/tahun. Pulau Madagaaskar menjauhi AfSel sejauh 9m/tahun. Bukti adanya teori pengapungan benua yaitu adanya pegunungan dengan arah timur-Barat di Tanjung Harapan pinggir pantai dan didekat Buines Aires, Argentina ditemukan struktur yang sama baik umur maupun corak deformasinya. Kenampakan lain yang cukup berarti untuk mendukung toeri ini adalah tipe-pite batuan, meliouti batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metaforf juga dijumpai didaerah tersebut.