Perbedaan Haji dan Umrah

 Perbedaan Haji dan Umrah

 Perbedaan Haji dan Umrah

Banyak orang yang belum tahu apa perbedaan antara Haji dan Umrah, padahal keduanya punya beberapa perbedaan didalamnya meskipun kedua ibadah tersebut sama dilaksanakan di tanah suci Mekkah. Apa saja perbedaan antara umrah dan haji. Dilihat dari waktu pelaksanaan, Haji memiliki waktu-waktu tertentu yakni ketika syawal, dzulqo’dah, dan 10 hari pertama dari bulan dzulhijjah. Sedangkan Umrah, yaitu boleh melaksanakannya setiap waktu, kecuali waktu-waktu haji bagi orang yang berniat ihram haji saja di dalamnya.

Beberapa perbedaan antara Haji dan Umrah, yaitu sebagai berikut :

  1. Ibadah umrah tidak memiliki waktu tertentu dan tidak bisa ketinggalan waktu.
  2. Umrah tidak ada melontar jumrah tidak ada wukuf di Arafah dan tidak ada pula singgah di Muzdalifah.
  3. Tidak adanya jamak antara dua shalat seperti dalam pelaksanaan ibadah haji. Demikian menurut Ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah. Sedangkan ulama Syafi’iyah berpendapat diperbolehkannya jamak dan qashar. Karena menurut mereka, haji dan umrah bukanlah sebab bagi bolehnya jamak antara dua shalat, melainkan sebabnya adalah karena dalam kondisi safar (perjalanan).
  4. Miqat umrah untuk semua orang adalah Tanah Halal. Sedangkan dalam ibadah haji, miqat bagi orang Makkah adalah Tanah Haram.
  5. Dalam Umroh tidak adanya pelakasanaan thawaf qudum dan tidak ada pula khutbah.
  6. Menurut pendapat ulama Malikiyah dan Hanafiyah, hukum ibadah umrah adalah sunah muakkad sedangkan haji hukumnya adalah fardhu. Menurut ulama Hanafiyah, pada ibadah umrah tidak ada Thawaf Wada sebagaimana dalam pelaksanaan ibadah haji.
  7. Membatalkan umrah dan melakukan thawaf dalam keadaan junub tidak diwajibkan membayar denda seekor unta yang digemukkan (al-badanah) sebagaimana diwajibkan dalam pelaksanaan ibadah haji.[[9]]

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Haji berarti bersengaja mendatangi Baitullah (ka’bah)untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan tata cara tertentu dan dilaksanakan pada waktu tertentu pula menurut syarat-sayarat yang ditentukan oleh syara’, semata-mata untuk mencari ridho Allah.

Umroh adalah menziarahi ka’bah, meakukan thawaf di sekililingnya, sa’i antara shafa dan marwah dan tahallul. Ketaatan kepada Allah swt. Itulah tujuan utama dalam melaksanakan ibadah haji.

Untuk dapat menjalankan ibadah haji dan umroh harus memenuhi syarat, rukun dan wajib haji atau umroh. Banyak rahasia-rahasia yang terkandung dalam ibadah haji dan umroh antara lain bahwa haji merupakan peribadatan kepada Allah, biarpun berlainan cara dan ragamnya, tetapi bertemu dalam satu titik tujuan, yaitu kenyataan dan bukti penghambaan diri dengan sebenarnya kepada Allah, ikhlas mentaati perintah-Nya, menghadapkan tujuan dan berserah diri hanya kepada-Nya, bermohon kepada-Nya semata-mata, dan merdeka dari kekuasaan manusia yang untung-untung dan kabur samar.

baca juga