Konsep Pemahaman Karakter Dasar

Konsep Pemahaman Karakter Dasar

Konsep Pemahaman Karakter Dasar
Konsep Pemahaman Karakter Dasar

 

Konsep Pemahaman Karakter Dasar

Seseorangdinyatakanpaham apabila mampuuntuk memaknai, mengerti dan menafsirkan suatu informasi yang telah diketahui dan diingat dari berbagai segi dan dapat menjelaskannya kembali dengan bahasanya sendiri yang lebih mudah untuk diingat dan dipahami. Selain mampu menguasai sesuatu hal dengan mengerti maksud dari hal tersebut, juga mampu mengerti implikasi dan aplikasinya.

 

Informasi yang akan disampaikan dalam konsep pemahaman disini tentang karakter dasar.

Menurut Koesoema (dalam Wibowo, 2013: 9), bahwa orang berkarakter itu berarti orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, atau berwatak. Karakter merupakan istilah yang menunjuk kepada aplikasi nilai-nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Sedangkan karakter dasar merupakan pondasi dari kepribadian, sifat dan watak seseorang yang diaplikasikan dalam perilaku sehari-hari. Karakter dasar meliputi tiga nilai luhur diantaranya jujur, disiplin dan tidak egois.

 

Dengan adanya pemahaman tentang pentingnya karakter dasar

Untuk senantiasa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan siswa terbentuk menjadi pribadi yang memiliki budi pekerti yang baik serta dapat mengendalikan diri didalam bergaul dengan teman-teman di sekolah dan masyarakat luas. Hal tersebut dijelaskan pula oleh Ki Hajar Dewantara (dalam Wibowo, 2013: 10), bahwa pendidikan dikatakan optimal, jika tabiat luhur lebih menonjol dalam diri peserta didik ketimbang tabiat-tabiat jahat. Manusia berkarakter inilah yang menurut Ki Hajar sebagai sososk beradab; sosok yang menjadi ancangan sejati pendidikan. Oleh karena itu menurut Ki Hajar Dewantara, keberhasilan pendidikan yang sejati adalah menghasilkan manusia yang beradab; bukan mereka yang cerdas secara kognitif dan psikomotorik tapi miskin karakter atau budi pekerti luhur.

.

Tugas Guru dalam Membentuk Karakter Siswa Sekolah Dasar

Guru atau tenaga pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan melakukan pengabdian kepada masyarakat terutama pada pendidik di perguruan tinggi (Mulyasa 2003: 100). Lebih lanjut Sukadi (2007: 9- 10) mengemukakan bahwa guru dapat diartikan sebagai orang yang tugasnya mengajar, mendidik, dan melatih peserta didik, serta memenuhi kompetensi sebagai orang yang patut digugu dan ditiru dalam ucapan dan tingkah lakunya. Ini berarti seorang guru bukan saja bertugas mentransfer nilai gagasan kepada anak tetapi juga memiliki kemampuan profesional dan memiliki tingkah laku yang patut diikuti dan ditiru oleh anak didiknya.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disumpulkan bahwa guru merupakan tenaga profesional yang memiliki tugas untuk mengajar, mendidik dan melatih peserta didik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. hal tersebut juga merupakan tugas dari guru di sekolah dasar.

Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau juga kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan mendasari cara pandang, berpikir, sikap, dan cara bertindak orang tersebut. Kebajikan tersebut terdiri atas sejumlah nilai, moral, dan norma seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, hormat kepada orang lain (Kemendiknas 2010). Menurut Warsono (2010) karakter merupakan sikap dan kebiasaan seseorang yang memungkinkan dan memudahkan tindakan seseorang. lebih lanjut dijelaskan bahwa karakter adalah kualitas seseorang jika seseorang mempunyai moral yang baik maka akan memiliki karakter yang baik yang terwujud dalam sikap dan prilaku dalam kehidupan sehari-hari, oleh sebab itu pendidikan karakter menjadi penting dan strategis membangun bangsa.

 

Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan karakter pada diri peserta didik

Sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif (Kemendiknas: 2010: 4). Sejalan dengan pernyataan tersebut Warsono (2010) menyatakan bahwa pendidikan karakter merupakan proses pemberian tuntunan peserta didik agar menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga, serta rasa dan karsa. dengan kata lain, karakter dimaknai sebagai kualitas pribadi yang baik, dalam arti tahu kebaikan, mau berbuat baik, dan nyata berpilaku baik, yang secara koheren memancar sebagai dari olah pikir, olah hati, olah raga, dan olah rasa dan karsa (Warsono 2010).

Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan karakter memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk seseorang agar memiliki kualitas moral yang baik. Dalam artian jika seseorang mempunyai moral yang baik maka akan memiliki karakter yang baik yang terwujud dalam sikap dan prilaku dalam kehidupan sehari-hari. berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa penanaman karater yang baik sangat diperlukan dalam membentuk karakter seseorang untuk menjadi pribadi yang baik, oleh sebab itu penanaman karakter sangat dibutuhkan dalam pendidikan, terutama dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar menjadi pribadi yang baik.

Pembentukan karakter siswa sekolah dasar tidak terlepas dari tugas guru sebagai pendidik. Tugas guru sebagai pendidik tidak hanya mentransfer ilmu saja, melainkan juga mendidik dalam arti lain membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang baik. seperti halnya yang kemukan oleh Sukadi (2007: 9- 10) bahwa guru dapat diartikan sebagai orang yang tugasnya mengajar, mendidik, dan melatih peserta didik, serta memenuhi kompetensi sebagai orang yang patut digugu dan ditiru dalam ucapan dan tingkah lakunya. Setelah dianalisis pendapat tersebut diktahui bahwa tugas guru adalah mengajar, mendidik, dan melatih peserta didik.


Sumber: https://eldra.co.id/my-talking-dog-2-apk/