Kenalkan coding untuk anak lewat kelas mini di Bekraf Habibie Festival

Kenalkan coding untuk anak lewat kelas mini di Bekraf Habibie Festival

Kenalkan coding untuk anak lewat kelas mini di Bekraf Habibie Festival

Salah satu gerai di pameran teknologi dan inovasi Bekraf Habibie Festival dipenuhi anak-anak yang berkerumun di meja berisi komputer tablet yang dilengkapi keyboard eksternal, sekilas mereka seperti asyik main gim.

Coding Indonesia sengaja membuka kelas mini terdiri dari empat meja

, masing-masing berisi empat tablet agar anak-anak tertarik mengenal coding. Anak-anak di setiap meja ditemani seorang tutor untuk menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan agar objek yang dibuat bisa bergerak.

“Kami pakai cara anak-anak, jangan dibilang belajar matematika, tapi main komputer, main gim,” kata pendiri Codingcamp.id, Kurie Suditomo, saat ditemui di Bekraf Habibie Festival di JIExpo Kemayoran, Kamis.

Codingcamp.id membuka kelas belajar coding usia 9 hingga 15 tahun agar anak-anak yang berminat dapat mengetahui hal-hal di balik gim yang sering mereka mainkan.

Berdasarkan pengalaman Kurie sejak 2013, kebanyakan orang tua

yang datang padanya khawatir mengenai kebiasaan anak-anak mereka bermain gim.

Baca juga: Bekraf Habibie Festival ingin akrabkan masyarakat dengan teknologi

Kurie menegaskan belajar coding bukan terapi atau solusi untuk mengatasi hobi anak bermain gim, tapi menawarkan sudut pandang lain untuk mengenal bagaimana pembuatan gim yang mereka mainkan.

Di kelas coding, anak-anak memakai engine Scratch yang diperkenalkan Massachusetts

Institute of Technology (MIT) dan diajarkan membedah gim, misalnya bagaimana karakter dapat bergerak.

Coding untuk anak-anak berbeda dengan yang diajarkan di perguruan tinggi. Kelas anak-anak ini mengandalkan program sederhana yang banyak memuat tampilan secara visual.

 

Baca Juga :