Dilaksanakan tenaga ahli/konselor yang professional dibidangnya.

Dilaksanakan tenaga ahli/konselor yang professional dibidangnya.

Penguasaan ilmu dalam hal bimbingan dan konseling tidak diragukan lagi sehingga hasil yang tercapai akan maksimal. Tetapi ada beberapa kendala yang terjadi disini yaitu:

  • Guru BK belum terealisasikan di sekolah dasar, jikalau ada tidak setiap hari. Jadi bimbingan yang terjadi tidak maksimal
  • Komunikasi dengan pihak orangtua kurang erat karena guru BK yang tugasnya tidak menetap di SD sulit untuk bertemu dengan wali murid.
  • Pemantauan perkembangan siswa kurang baik karena tidak ketemu dengan siswa setiap hari, padahal bimbingan itu harus berkesinambungan.
  • Jarak antara rumah konselor dengan wali murid sangat jauh tidak seperti guru SD yang rata-rata tempat tinggal mereka satu wilayah dengan sekolah, sehingga konselor akan kesulitan jika akan mengadakan kegiatan kunjungan kerumah.

Beberapa permasalahan diatas dapat diatasi jika guru BK ada disekolah dasar setiap hari menjadi bagian dari sekolah seperti halnya guru kelaas. Dan kegiatan seperti kunjungan rumah dapat dilakukan pada jam sepulang sekolah.

Tujuan Utama Bimbingan di SD :

  • Menguasai bahan ajaran tuntutan kurikuler
  • Membuat pilihan dan menetukan bahan ajaran yang cocok
  • Memiliki sikap pandangan belajar yang mendukung
  • Mempunyai pola prilaku belajar yang mendukung
  • Memilih teman bergaul dan membentuk kelompok belajar yang serasi
  • Mengadakan penyesuaian hidup berkelompok yang menunjang belajar
  • Memecahkan masalah-masalah belajar yang dihadapi murid

Memahami anak usia sekolah Dasar

Memahami anak sama halnya dengan mengikuti pertumbuhan anak. Ada anak yang tumbuh dengan cepat dan ada juga anak yang tumbuh dengan lambat.

  • Perbedaan kecepatan perkembangan anak dapat disebabkan oleh pembawaan maupun oleh pengalaman hidup seperti gizi, penyakit, atau deprivasi.
  • Perkembangan anak pada usia SD perlu dimengerti tidak hanya oleh psikolog tetapi juga oleh staf lain disekolah.
  • Tetapi perlu diingat, teman sebaya juga beperan penting bagi kematangan fisik, intelektual,/mental, sosial, seksual, moral, dan emosional anak.
  • Kesempatan anak bermain dengan teman sebaya membuat anak :
  1. a)mengenali perbedaan antara laki-laki dan perempuan
  2. b)belajar untuk mandiri dari ortu
  3. c)belajar bertanggung jawab
  4. d)belajar mengontrol emosi
  5. e)belajar membuat aturan dan mematuhinya
  6. f)Belajar membedakan mana yang salah & benar
  7. g)Berkomunikasi timbal balik yang sejajar

 

https://pss-sleman.co.id/queens-quest-apk/