Peranan Insecta Untuk Manusia

Peranan Insecta Untuk Manusia

Peranan Insecta Untuk Manusia

Insecta mempunyai peranan yang sangat bermanfaat atau menguntungkan untuk manusia dan ada juga yang merugikan manusia antara lain sebagai berikut :


Insecta Yang Menguntungkan

  • Insect terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu bagi para petani karena dapat membantu dalam proses penyerbukan pada bunga.
  • Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera menbuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra. Contoh : Bombix morl.
  • Dapat menghasilkan madu missal lebah madu ( Apis mellifera ).
  • Mata rantai makanan yang penting bagi kehidupan.
  • Dapat dikonsumsi seperti gangsir, laron dan larva lebah ( tembayak ) yang dapat diperoleh secara musiman.

Insecta Yang Merugikan

  • Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti lalat, kecoak, tikus dan kolera.
  • Merusak tanaman budidaya menusia, seperti ulat, kumbang kelapa dan belalang.
  • Serangga banyak yang hidup dengan parasit pada ternak maupun ikan.
  • Parasit pada manusia ( menghisap darah ) seperti kutu busuk, nyamuk dan kutu kepala.
  • Dapat merusak bahan bangunan, seperti rayap dan kumbang kayu.
  • Merusak bahan makanan yang disimpan ( tepung kedelai ) oleh berbagai Coleoptera misalnya kumbang beras.
  • Menyebabkan penyakit pada tanaman seperi Nilapervata lugens ( wereng ) menyebabkan penyakit virus tungro, belalang ( walang sangit ) yang menghisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.

Insecta Parasit

Serangga parasitod merupakan serangga yang berperan sebagai parasit serangga lain. Spalangia endius dan S. nigroaenea serta Pacchyrepoideus vindemiae merupakan parasitoid yang menyerang pupa lalat rumah dan lalat kandang untuk kehidupan larva dan pupanya, sedangkan dewasanya hidup bebas (Koesharto, 1995). Pada kehidupan parasitoid secara umum makanannya berupa nektar dan haemolim inang.


Haemolim inang digunakan dalam pembentukan dan pematangan telur sedangkan nektar dipelukan sejak awal sebagai sumber energi. Berbeda dengan diptera yang memiliki alat penusuk pada proboscisnya, parasitoid termasuk dalam ordo Hymenopteratidak dapat menembus kulit puparium.cairan hemolom diperoleh dari rembesan yang keluar waktu menusukan ovipositor ke dalam pupa lalat (Stireman, et al., 2006).


Sebagian besar parasitoid adalah anggota dari ordo hymenoptera meskipun parasitoid juga banyak dari ordo diptera, dan sebagian kecil juga ditemukan pada ordo Stresiptera. Ordo hymenoptera memilki keanekaragaman yang sangat tinggi, dengan 20.000 – 25.000 spesies, sekitar 80%  spesies parasitoid termasuk dalam ordo hymenoptera yang umumnya berlimpah pada ekosistem daratan.


Ada tiga bentuk partenogenesis yang dijumpai pada parasitoid, yaitu thelyotoky (semua keturunannya betina diploid tanpa induk jantan), deuterotoky (keturunannya sebagian besar betina diploid yang tidak mempunyai induk jantan dan jarang ditemukan jantan haploid), dan arrhenotoky (keturunan jantan haploid tidak mempunyai induk jantan, dan keturunan betinanya berasal dari induk betina dan jantan (diploid). Parasitoid dianggap lebih baik daripada pemangsa sebagai agen pengendali hayati. Analisis terhadap introduksi musuh alami ke Amerika serikat menunjukkan bahwa keberhasilan penggunaan parasitoid dalam pengendalian hayati mencapai dua kali lebih besar daripada pemangsa.


Baca Juga :