Konsep Bisnis dalam Islam

Konsep Bisnis dalam Islam

Melihat potensi yang kuat dalam kata “bisnis” pelaku bisnis baik muslim maupun nonmuslim sama-sama berusaha dalam mendapatkan keberhasilan. Sehingga seringkali terjadi persaingan bisnis yang sengit antar sesama pelaku bisnis. Sedangkan dalam prakteknya, persaingan bisnis seringkali diwarnai dengan tindakan-tindakan yang dinilai tidak terpuji. Contohnya ketika muncul sebuah persaingan bisnis maka masing-masing pelaku bisnis seringkali menggunakan berbagai cara untuk bisa mengalahkan saingannya. Disinilah yang seringkali menjadikan bisnis adalah suatu pekerjaan yang kejam karena dinilai tidak mengindahkan toleransi dan juga semena-mena terhadap sesamanya. Hal ini tentu membawa dampak yang kurang baik didalam masyakarat, baik dalam lingkup yang kecil sampai dengan lingkup yang lebih besar. Sehingga muncul sebuah istilah yang berkaitan dengan kejamnya dunia bisnis dengan sebutan “yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin”. Tentu ini dapat menjadi sindiran bagi pelaku bisnis yang semena-mena terhadap pelaku bisnis lainnya atau masyarakat disekitarnya.

Konsep Bisnis dalam Islam

Banyak orang yang menyangkal terhadap perlunya etika bisnis bagi perusahaan karena didalam visi misi perusahaan siapapun yang terlibat dalam mengelola perusahaan adalah tidak mewakili kepentingan masyarakat, melainkan hanya sebatas kepentingan pribadinya yaitu untuk memperoleh gaji atau pendapatan sesuai dengan apa yang diharapkannya serta mewakili kepentingan perusahaaan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dan berkelanjutan. Namun dalam perjalanannya perusahaan dan karyawan ini memerlukan sebuah etika standar yang nantinya dapat dijadikan panduan umum secara keseluruhan. Alasannya adalah suatu kinerja akan berbuah maksimal apabila pelakunya menerapkan etika dan moral yang baik. Hasil penelitian mutakhir dari banyak ahli membuktikan bahwa banyak perusahaan berkembang dengan pesat dan tahan terhadap krisis karena menjalankan etika bisnis.

baca juga :