Pengesahan Kurikulum Kitab Kuning Disambut Baik

Pengesahan Kurikulum Kitab Kuning Disambut Baik

Pengesahan Kurikulum Kitab Kuning Disambut Baik

Pengesahan Kurikulum Kitab Kuning Disambut Baik

Sejumlah pihak di wilayah Kota Bekasi menyambut baik atas disahkannya Rancangan Undang-Undang

Pesantren menjadi Undang-Undang terutama terkait pendidikan pesantren mengembangkan kurikulum berbasis kitab kuning.

Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi Raden Deden Taufiqurrahman mengatakan, lembaga pendidikan tidak dapat dikatakan pondok pesantren jika tidak ada sistem pengkajian menggunakan kitab kuning. Pasalnya, kitab kuning merupakan ciri khas bagi pondok pesantren.

”Jangan bilang pondok pesantren jika tidak mengkaji kitab kuning sebagai bahan ajarnya.

Karena itu sudah menjadi suatu ciri khas ataupun kewajiban bagi setiap pondok pesantren,” ujarnya kepada Radar Bekasi Selasa (1/10).

Deden berpendapat, pondok pesantren yang ada terlebih dahulu harus melakukan pengkajian khusus agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, kajian kitab kuning penting diterapkan di pondok pesantren.

”Kitab kuning itu adalah jendela dunia bagi pesantren, jadi memang harus diterapkan,” katanya.

Ia berharap, adanya pengesahan tersebut dapat meningkatkan ilmu santri sepenuhnya.

Tidak hanya mampu membaca Alquran, tetapi bisa menafsirkan dan menerjemahkan kitab kuning dengan baik. Sebab, setiap kalimat memiliki terjemahan masing-masing.

”Harus bisa mengartikan dan menafsirkan, jangan hanya sekadar bisa membaca saja, karena setiap huruf dan kalimat itu beda-beda arti. Kalau bacanya saja sudah salah itu sudah beda arti,” tukasnya.

Sementara Kepala Yayasan SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi Zait Abdurahman Afif mengatakan, sudah banyak pondok pesantren yang mempelajari kitab kuning sebelum disahkannya RUU menjadi UU tersebut. Ia sepakat dengan peraturan itu, namun ada yang perlu digaris bawahi.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/