Ruang Lingkup Perilaku

Ruang Lingkup Perilaku

 Ruang Lingkup Perilaku

Ruang Lingkup Perilaku

Benjamin Bloom, seorang psikolog pendidikan, membedakan adanya 3 bidang perilaku yakni kognitif, afektif dan psikomotor. Kemudian dalam perkembangannya, domain perilaku yang diklasifikasikan oleh Bloom dibagi menjadi 3 tingkat yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. (Wikipedia, 2011).

1    Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. (Notoatmodjo, 2003).

Menurut teori WHO, pengetahuan seseorang diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. (Bascom, 2009).

Notoatmodjo (2003), membagi pengetahuan dalam 6 tingkatan yaitu tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.

  1. Tahu

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajarinya, seperti mengingat kembali sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangtan yang telah diterima.

  1. Memahami

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.

  1. Aplikasi

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menjelaskan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real.

  1. Analisis

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi/ suatu obyek kedalam komponen-komponen tetapi masih didalam satu struktur organisasi, dan masih ada aitannya satu sama lain.

  1. Sintesis

Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhanyag baru.

  1. Evaluasi

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.

2 .   Sikap

Menurut Wikipedia (2011), sikap merupakan respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau obje tertentu yang melibatkan faktor pendapat yang bersangkutan.

Sikap menggambarkan suka atau tidak suka terhadap objek, sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang lain yang paling dekat. (Bascom, 2009).

Newcomb, salah seorang ahli psikologis social, menyatakan bahwa sikap itu merupakan kesiapan atau esediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif-motif. Tertentu. (Notoadmojo, 2003).

Seperti halnya pengetahuan, sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan, yaitu:

  1. Menerima

Menerima diartikan bahwa orang atau subjek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan objek.

  1. Merespon

Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.

  1. Menghargai

Mengajak orang lain untuk mengerjakan dan mendiskusikan suatu masalah.

  1. Bertanggung jawab

Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi.

Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan secara langsung dan tidak langsung.

3.Praktik atau Tindakan

Tindakan ini merujuk pada perilaku yang dideskripsikan dalam bentuk tindakan yang merupakan bentuk nyata dari pengetahuan dan sikap yang telah dimiliki. (Wikipedia, 2011).

Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan yata diperlukan faktor-faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas. Disamping faktor fasilitas, juga diperlukan faktor dukungan dari pihak lain. (Notoatmojo, 2003).

  1. Persepsi

Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktik tingkat pertama.

  1. Respon terpimpin

Dapat melakukan sesuatu dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh.

  1. Mekanisme

Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu sesuai denagn benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan.

  1. Adopsi

Adaptasi adalah suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik.

Baca Juga :