Guru Ogan Ilir Juara Anugerah Konstitusi 2019

Guru Ogan Ilir Juara Anugerah Konstitusi 2019

Guru Ogan Ilir Juara Anugerah Konstitusi 2019

Guru Ogan Ilir Juara Anugerah Konstitusi 2019

Apresiasi patut diberikan kepada Husnil Kirom MPd, guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara

, Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang meraih juara I pada malam Puncak Anugerah Konstitusi IX 2019 tingkat Nasional di Hotel Grand Sahid Jakarta Pusat pada 15 November lalu.
Guru PPKn SMP Negeri 1 Indralaya Utara ini, mampu mengharumkan lembaga pendidikan Kabupaten Ogan Ilir. , Dia berhasil menyisihkan 500 peserta guru PPKn seluruh Indonesia.

“Seleksi awalnya dimulai dari tingkat sekolah, lalu kecamatan, dan dilanjutkan di tingkat kabupaten dan kota. Hasil dari dari tingkat kabupaten dan kota peserta yang menjadi juara pertama diikutkan dalam seleksi tingkat pusat atau kementerian,” kata Suami dari Kiki Aryaningrum MPd ini.

Lalu lanjut Husnil, di tingkat pusat dilakukan seleksi untuk menetapkan enam orang untuk masuk grand finalis

yang akan mewakili kementerian masing-masing di Mahkamah Konstitusi.

“Khusus di Kemdikbud jenjang SMP sebagai pemenangnya adalah saya sendiri untuk diundang mengikuti grand final AK IX Tahun 2019 dari tanggal 12 sampai 13 November 2019 di Hotel Grand Sahid Jakarta Pusat,” tuturnya.

Perlombaan grand final AK IX Tahun 2019 diikuti oleh 36 peserta dengan rincian 12 orang peserta guru SD/MI, 12 orang guru SMP/MTs/ dan 12 orang guru SMA/MA, SMK/MAK, SLB. Dengan dewan juri lomba terdiri dari Pakar Hukum Tata Negara, Pakar Pendidikan, Juri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan juri Kementerian Agama.

“Saat saya menyampaikan presentasi, menyajikan best practice dengan judul Pelibatan Stakeholders

Pendidikan Melalui Pengembangan Civic Community untuk Menumbuhkan Budaya Patuh Siswa. Hasil penelitian tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan penguatan tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kesadaran berkonstitusi siswa, baik di sekolah maupun di masyarakat. Peningkatan kedisiplinan dan kepedulian siswa sebagai literasi budaya dan literasi kewarganegaraan melalui pengembangan civic community menjadi fokus best practice tersebut. Dalam pelaksanaan penelitian juga melibatkan para pihak (stakeholders) terutama di bidang hukum dan kesehatan,” jelas Husnil yang meraih dua kali cumluade ketika menyelesaikan S1 PPKn FKIP Unsri dan S2 Teknologi Pendidikan PPs Unsri ini.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/