Kemenkeu Buka Sekolah Kedinasan untuk PKN STAN

Kemenkeu Buka Sekolah Kedinasan untuk PKN STAN

Kemenkeu Buka Sekolah Kedinasan untuk PKN STAN

Kemenkeu Buka Sekolah Kedinasan untuk PKN STAN

Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN masih menjadi perguruan tinggi kedinasan (PTK) favorit bagi calon pendaftar. Sebanyak 3 ribu kursi dipersiapkan untuk angkatan 2019.

PKN STAN membuka tiga jurusan Diploma I dan enam jurusan jenjang Diploma III. Selain program reguler, PTK di bawah naungan Kementerian Keuangan tersebut membuka program afirmasi bagi putra-putri bangsa yang berasal dari Indonesia Timur. Seperti, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Mudzakir menuturkan, syarat dan tahapan tes tertulis dalam surat pengumuman Kemenkeu dengan nomor peng – 45/PKN/2019. Pendaftar yang dapat mengikuti seleksi adalah lulusan SMA atau sederajat tahun 2018 dan 2019. Peserta berusia maksimal 20 tahun per 1 September 2019.

Bagi lulusan 2018, harus memiliki rata-rata nilai ujian minimal 70 dalam skala 100. Sedangkan, bagi lulusan 2019 ditambah mengacu pada nilai rapor dengan nilai rata-rata lima semester terakhir. “Juga tidak boleh kurang dari 70,” ucap Mudzakir Kamis (18/4).
Jika bau mulut tak hilang ternyata ini cara ampuh membunuh
Basmi parasit sekarang dengan mengonsumsi secara teratur di pagi hari
Setelah penggunaan teratur ini keluar dari tubuh pria ini
Parasit penyebab bau mulut hilang!
Menghilangkan bau mulut hanya dengan cara sederhana dari …
Mengetahui cara membunuh parasit dalam 1 malam
Setelah beberapa kali penggunaan teratur, ini yang keluar
Kenali sejak dini tanda-tanda terserang parasit dalam tubuh

Namun, pada jurusan spesialisi khusus seperti Kepabeanan dan Cukai, PKN STAN

menerapkan aturan tersendiri. Pendaftar untuk jenjang Diploma I berusia minimal 17 tahun, sementara Diploma III 15 tahun. Harus bertinggi badan minimal 165 untuk pria dan 155 cm bagi perempuan.

Selain itu, secara fisik tidak cacat badan dan tidak buta warna. Jika menggunakan kacamata maupun lensa kontak rabun jauh, dekat, dan silindris, panitia memberikan toleransi maksimal 2 dioptri.

Pendaftar nantinya harus melewati tes tertulis, psikotes, kesehatan, dan kebugaran.

Ujian tertulis meliputi seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan materi tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensi umum (TIU) dan tes wawasan kebangsaan (TWK). Setelah itu, baru mengerjakan tes potensi akademik (TPA) dan tes bahasa Inggris (TBI).

Pada tes kesehatan, pemeriksaan yang dilakukan antara lain, tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta visus mata. Untuk tes kebugaran, pendaftar akan berlari mengelilingi lintasan dan shuttle run. Khusus untuk calon mahasiswa spesialisasi Diploma I dan Diploma III Kepabeanan dan Cukai, ujian kebugaran ditambah dengan pull up/chinning, push up, sit up dan/atau aktivitas lainnya.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/