Minat Baca di Perpusda Tergolong Rendah

Minat Baca di Perpusda Tergolong Rendah

Minat Baca di Perpusda Tergolong Rendah
Minat Baca di Perpusda Tergolong Rendah

Keberadaan Perpustakaan Umum Daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab)

Bandung Barat di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tergolong rendah atau sepi pengunjung.

Bahkan, rekap data yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan umum, pengunjung yang datang setiap harinya tak pernah mencapai 50 orang.

“Angka 50 orang kunjungan itu kalau kedatangan dari sekolah. Tapi, kalau rata-rata kunjungan setiap hari, paling sekitar 20 orang,” kata salah satu pengelola, Nina Kartini ditemui di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/8).

Nina menyebutkan, kebanyakan pengunjung yang datang merupakan kalangan pelajar Sekolah Dasar,

Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan mahasiswa yang berada di sekitar Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat.

“Memang ada juga dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkunjung ke sini, cuma jumlahnya tidak sebanyak dari kalangan pelajar. Hanya beberapa orang saja dari PNS,” katanya.

Dirinya mengatakan, di Perpustakaan Umum milik Pemkab Bandung Barat ini terdapat sekitar 1.500 koleksi buku. Koleksi buku tersebut beragam, mulai dari sejarah, sastra, novel, buku anak, agama, politk dan lainnya.

“Yang paling banyak diminati oleh kalangan pelajar itu buku-buku tentang sastra.

Kalau para PNS kebanyakan buku-buku tentang agama dan politik,” sebutnya.

Seperti diketahui, Pemkab Bandung Barat berencana untuk membangun Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Barat di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua. Namun, rencana tersebut gagal terealisasi pada tahun ini.

Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Barat, Rahadian Setiady sebelumnya mengatakan, alasan gagalnya dibangun gedung Perpusda karena para peserta yang mengikuti proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) tidak memenuhi syarat dan kriteria.

“Anggaran tidak bisa cair karena ada hambatan pada saat proses lelang. Ini karena pas di lelangkan di ULP, hampir semua peserta yang akan mengerjakan tidak memenuhi syarat, sehingga mau tidak mau gedung ini batal dibangun tahun ini,” ujar Rahadian. (drx)

 

Baca Juga :