Kemdikbud dan Casio Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika

Kemdikbud dan Casio Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika

Kemdikbud dan Casio Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika
Kemdikbud dan Casio Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kemitraan dengan Casio Indonesia

untuk meningkatkan kompetensi guru matematika, melalui program “Casio for Education”.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kemitraan itu, dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, dan Executive Vice President Casio Computer Co, Ltd, Hiroshi Nakamura, di kantor Kemendikbud, di Jakarta, Kamis (27/9).

Kemitraan Kemendikbud dan Casio Indonesia untuk meningkatkan kompetensi guru matematika sudah berlangsung sejak 2017. Sebanyak 9.825 guru matematika dari 25 provinsi di Indonesia telah mengikuti pelatihan ini.

Education Manager Casio Indonesia, Mutia Meilina, mengatakan hubungan kemitraan ini akan semakin

dikembangkan, sejalan dengan komitmen Casio untuk ikut berperan aktif dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Bukan hanya peningkatan kompetensi guru, Casio Indonesia juga akan meningkatkan kompetensi siswa dengan program memberangkatakan 20 siswa SMK untuk magang selama 3 bulan di distrik Amphoe Chokcai, Nakhon Ratchasima, Thailand. Selain itu kerjasama juga dilakukan dalam pembinaan 20 sekolah SMA dan SMK.

“Kami berharap kerjasama ini dapat semakin mempererat dan memperluas niat kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Mutia, dalam siaran tertulis yang diterima SP, Jumat (28/9).

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Supriano, menyambut baik menyambut baik kepedulian

Casio Computer Co, Ltd, melalui Casio Indonesia, dalam pengembangan dan peningkatan kompentensi guru dan murid melalui program “Casio for Education”.

“Peningkatan kemampuan guru matematika memang sangat penting bagi Indonesia, karena sudah pasti akan dapat meningkatkan kualitas siswa didik. Program yang sudah dilakukan oleh Casio, kami pikir selaras dengan upaya kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, terutama untuk peningkatan proses pembelajaran di kelas,” ujar Supriano.

Menurut dia, saat ini persepsi siswa bahwa pelajaran matemarika itu sulit dan menakutkan dapat dikikis dengan metode pelatihan yang diterima guru melalui program yang digelar Casio Indonesia.

Selama ini, lanjutnya, metode pelajaran matematika yang dikembangkan Casio, tidak terlihat sebagai pelajaran menakutkan yang selama ini dipersepsikan siswa, tetapi justru sangat menyenangkan dan memacu kreatifitas.

“Saya rasa harus semakin banyak guru yang mendapat pelatihan seperti ini, ” ujarnya.

 

Baca Juga :