HUT TMII ke-40 Bernuasa Seni & Budaya Jawa Barat

HUT TMII ke-40 Bernuasa Seni & Budaya Jawa Barat

HUT TMII ke-40 Bernuasa Seni & Budaya Jawa Barat
HUT TMII ke-40 Bernuasa Seni & Budaya Jawa Barat

JAKARTA-Pada tahun ini Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menginjak usia ke-40. Dalam acara puncak hari ulang tahunnya yang digelar di Teater Bhineka Tunggal Ika TMII, Jakarta Timur, Senin malam (20/4) digelar pertunjukkan seni dan budaya khas Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Anjungan Jawa Barat mendapat giliran untuk mengadakan acara puncak HUT TMII tahun 2015 ini. Untuk itu, pada malam puncak acara digelar berbagai pertunjukkan seni dan budaya yang berasal dari Jawa Barat, seperti Tari Jaipong, rampak kendang, permainan alat musik Angklung dari Saung Angklung Udjo, serta Purnadrama Ciung Wanara.

Hadir pada acara ini Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan RI Puan Maharani, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Direktur Utama serta jajaran Direksi TMII, Direktur Utama PT Pos Indonesia, Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Jawa Barat, para Duta Besar Negara Sahabat, dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya Menko PMK Puan Maharani mengatakan, dari awal berdiri tanggal 20 April 1975 lalu, TMII merupakan wadah untuk melestarikan seni dan mengenal seni-budaya yang ada di seluruh Nusantara. “Taman Mini Indonesia Indah ini sudah berumur 40 tahun. Dan apapun TMII ini merupakan satu wadah atau tempat pelestarian budaya wilayah atau provinsi di Republik Indonesia yang kita cintai,” ungkap Puan.

Saat ini, provinsi di Indonesia berjumlah 34 da

n awalnya hanya ada 27 provinsi. Puan pun sempat menyinggung soal anjungan provinsi yang belum ada di TMII. “Saya sempat bertanya ke pak Bambang Sutanto (Direktur Utama TMII). Kenapa kemudian Kaltara (Kalimantan Utara) tidak bisa mendapatkan tempatnya, pak? Pak Bambang menjawab karena lokasinya sudah terbatas. Kalau dulu setiap anjungan, kami (TMII) beri lahan kurang lebih 5000 meter, kemudian setelah 27 provinsi di provinsi yang lain kami hanya berikan 1000 meter. Nah, sekarang kami kesulitan bagaimana menempatkan provinsi terbaru yaitu Kaltara di anjungan Taman Mini ini,” ujar Puan menjelaskan apa yang Dirut Utama TMII sampaikan ke dirinya.

Menurut Puan, hal tersebut menandakan antusias yang begitu besar dari setiap provinsi untuk menghadirkan miniatur atau prototipe tentang kekayaan seni dan budaya di provinsinya. Puan pun mengatakan hal ini juga menjadi PR (Pekerjaan Rumah) dan akan mendorong pengelola TMII agar dapat mengakomodasi serta mengalokasikan lahan bagi seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Sementara itu, sebagai provinsi penyelenggara HUT

TMII tahun 2015, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berharap diulang tahunnya yang ke-40, TMII dapat lebih bersemangat dalam menghadirkan keragaman seni dan budaya bangsa.

“Mudah-mudahan semangat 40 tahun menjadikan para pengelola Taman Mini lebih bersemangat lagi untuk menghadirkan miniatur Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika lewat keragaman yang ditampilkan Taman Mini Indonesia Indah ini,” kata Aher dalam sambutannya.

“Oleh karena itulah, kita sebagai bangsa dan generasi

yang melanjutkan perjuangan para pahlawan kita, tentu harus terus memelihara Kebhinekaan ini. Dan pada saat yang bersamaan miniatur Kebhinekaan yang bernama Taman Mini Indonesia Indah mari kita dorong bersama-sama sebagai sebuah miniatur yang terus menerus berkembang mewakili Kebhinekaan Indonesia yang kita cintai ini,” ajak Aher.

Selain seni dan budaya khas Jawa Barat, pada acara ini ditandatangai pula prasasti mengenai penetapan TMII sebagai pelestari cagar seni-budaya Nusantara oleh Menko PMK, serta perangko HUT ke-40 TMII oleh Direktur Utama PT POS Indonesia. Tidak hanya itu, ada pula kolaborasi tarian tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain anjungan, setiap tahunnya TMII menghadirkan berbagai kegiatan budaya, baik seni pertunjukkan atau hingga 1000-1200 kegiatan. Dan minat masyarakat untuk mengunjungi TMII terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat ada 4,5 – 5 juta pengunjung per tahun.

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/jaringan-hewan