Wilayah Agihan yang Diskontinu

Wilayah Agihan yang Diskontinu

Wilayah Agihan yang Diskontinu
Wilayah Agihan yang Diskontinu

Dalam wilayah agihan yang diskontinu atau merupakan disjungsi

tumbuhan terpisah-pisah oleh jarak yang lebih jauh daripada yang normal dapat dijembatani oleh kemampuan pemencaran propagulnya.

 

Tentang sebab-sebab utama terjadinya dikontinuitas (disjungsi)

(terlepas dari pendapat ekstrem yang kontroversial mengenai pemencaran jarak jauh mendadak atau menurut sejarah “penyapuan keluar” ke dalam daerah-daerah antara, yang ternyata keduanya pernah terjadi di masa lampau), biasanya sebab-sebab itu berhubungan dengan lingkungan akibat sifat-sifat topografi, iklim, tanah, atau makhluk hidup yang menyebabkan daerah-daerah terpisah-pisah satu sama lain oleh lintasan-lintasan dengan sifat yang berbeda. Untuk sementara hal-hal itu mengesampingkan kemungkinan munculnya tumbuhan secara politop.

Bagi tipe-tipe yang lebih spesifik yang mempunyai daerah agihan yang diskontinu

kita dapat menyebut berikut ini sebagai yang paling dikenal dan paling penting :

  1. Jenis-jenis Arktik-Alpin, yang teragih di daerah Kutub Utara dan di pegunungan-pegunungan dengan iklim sedang dan bahkan mintakat-mintakat yang lebih panas, sebagai contoh tanaman tundra, terbatas di daerah dingin yang bersalju.
  2. Jenis-jenis Atlantik Utara, yang teragih di Amerika Utara dan Eropa dan kadang-kadang juga bersifat setempat di Asia, contohnya adalah sejenis paku rambat rawa (Lycopodium inundatum) dan Spiranthes romenzoffiana.
  3. Jenis-jenis Pasifik Utara, yang terutama teragih di Amerika Utara dan Asia Timur, meskipun kadang-kadang ditempat lain, contoh-contoh diberikan oleh jenis tumbuhan Pinus Torrey (Torreya) yang berbeda-beda yang merupakan salah satu kelompok jenis tumbuhan yang biasa terdapat di Asia bagian Timur dan Amerika Utara bagian Timur.
  4. Jenis-jenis Amerika Utara-Selatan, yang teragih di Amerika Utara dan Selatan tetapi di antara kedua daerah itu tidak ditemukan adanya kontinuitas, suatu contoh diberikan oleh warga suku tumbuhan pemakan serangga (Sarraceniaceae).
  5. Jenis-jenis Eropa-Asia, yang teragih di Eropa dan Asia, tetapi tidak ada kontinuitas di antara kedua wilayah itu, contoh-contonya adalah Leontice altaica dan Cimicifuga foetida.
  6. Jenis laut tengah (Mediteranean), berbagai tipe tumbuhan, termasuk yang menghuni daerah pantai Laut Tengah di Eropa dan Afrika, cekungan Laut Tengah dan beberapa tempat di darat yang jauh seperti pada Platanus spp.
  7. Jenis-jenis Tropika, yang teragih dalam dua daerah tropika atau lebih yang terpisah-pisah seperti yang terdapat antara Benua Lama.

Jenis-jenis pasifik Selatan

sekurang-kurangnya teragih di Amerika Selatan dan Selandia Baru, seperti halnya dengan marga jovellana dan sering pula di pulau-pulau samudra Pasifik lainnya dan di Australia.

Jenis-jenis Atlantik Selatan yang teragih sekurang-kurangnya di Amerika selatan dan Afrika (Sering kali mencakup madagasar).

Jenis-jenis Antarktika (Kutub Selatan), teragih di daratan Kutub selatan (biasanya sudah menjadi fosil) dan di bagian selatan Amerika Selatan, Selandia Baru dan di beberapa pulau Australia lainnya, seperti halnya dengan marga Nthofagus (yang di sebut Fagus dari belahan bumi selatan).

Kesepuluh tipe utama ini sama sekali tidak menutupi keanekaragaman terinci

daerah yang diskontinu kendati yang besifat interkonental pun, demikian pada kategori yang umun terdapat tipe bipolar yang telah disebut terdahulu, yang sebagai contohnya adalah marga Empetrum.Contoh lain yang terkenal adalah beberapa Cyperaceae yang juga melibatkan bagian-bagian lebih dari satu benua adalah tipe gondwana, yang sesuai dengan dasar palaeogeografi tentang “Daratan Gondwana”, cenderung untuk meliputi Afrika, Malagasi, India, dan Australia.

Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/