Lingkungan Pengaruhi Perkembangan Kasus Autis

Lingkungan Pengaruhi Perkembangan Kasus Autis

Lingkungan Pengaruhi Perkembangan Kasus Autis

Lingkungan Pengaruhi Perkembangan Kasus Autis

BANDUNG-Berdasar data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO),

disebutkan bahwa di dunia saat ini ada sekitar 35 juta penyandang autisme, yang artinya 6 dari 1.000 orang menderita autisme, sementara di Indonesia penyandang autisme mencapai 112 .000 anak dengan rentang usia 5-19 tahun.

Penyelenggara Sekolah Luar Biasa (SLB) yang khusus menangani autisme di Indonesia saat ini dinilai masih minim, padahal penyandang autisme perlu mendapat pendidikan khusus, agar mereka memiliki kesempatan yang sama, dan jika ada, sebagian besar berjalan dengan keterbatasan perangkat dan sumber daya.

Asep Hilman, selaku Ketua Yayasan Bani Enim yang membawahi Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisme Bunda Bening, memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah memberikan bantuan berbagai kebutuhan untik kelancaran proses kegiatan di SLB.

“Bantuan alat sekolah, peralatan makan, meja, kursi, sangat berarti bagi kami

untuk terlaksananya kegiatan di SLB, dimana metode yang digunakan dengan terapi,” ucap Asep.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Autisme Bunda Bening, Nining Khadijah mengatakan, anak-anak yang belajar di SLB Autisme Bunda Bening saat ini berasal dari 22 provinsi di Indonesia dengan tingkat autis yang beragam.

“Selain terapi dan pendidikan, sosialisasi dan penerimaan masyarakat aerta lingkungan sekitar menjadi unsur penting untuk membantu perkembangan anak-anak,” kata Nining, usai menerima bantuan di SLB Autisme Bunda Bening di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (04/07) sore.

Nining mengaku, sejak mereka masuk ke SLB Autisme Bunda Bening

, sudah banyak anak-anak yang mengalami perkembangan yang signifikan, dimana mereka sudah mengenal warna, bisa bicara dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Perkembangan anak-anak cukup bagus, karena ditunjang berbagai faktor salah satunya lingkungan sekitar dimana mereka berada,” tuturnya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/kulit-rambut-dan-kuku-termasuk-kedalam-sistem/