Daerah Relik

Daerah Relik

Daerah Relik
Daerah Relik

 

Daerah-daerah ini seperti dapat diduga dari contoh-contoh

yang baru di sebut diatas merupakan daerah yang dihuni oleh jenis-jenis relik, yang dalam fitografi diartikan sebagai sisa-sisa flora yang terdahulu yang masih tertinggal bila daerah sekitarnya telah dikosongkan. Dengan demikian daerah relik sendiri normal merupakan sisa-sisa daerah yang semula sangat luas yang biasanya terperinci dan sering menciut.

 

Penentuan, apakah suatu jenis tumbuhan benar merupakan suatu relik

Atau bukan tidak selalu merupakan hal yang gampang dan dapat dilakukan secara pasti, dan akibatnya demikian pula halnya dengan penentuan arealnya, bahkan bila kriteria yang biasanya diterapkan, kita dapat tersesat, seperti halnya dengan beberapa jenis tumbuhan yang daerah agihannya yang tampak terputus-putus itu dulunya diduga menunjukkan bahwa tumbuhan-tumbuhan itu dapat bertahan di tempat yang  tidak mengalami glasiasi selama terjadi glasiasi di zaman Pleistosen, walaupun begitu ketika daerah-daerah antaranya dieksplorasi dengan cermat disana pun ditemukan tumbuhan itu yang daerah agihannya sesungguhnya bersifat kontinu pula sejauh hal itu di inginkan oleh kecocokan habitatnya.

 

Suatu jenis tumbuhan yang menghuni suatu daerah relik di seluruh daerah agihannya

dapat disebut relik absolute, sedangkan jenis yang hanya merupakan relik dibagian terisolasi dikenal sebagai relik setempat. Relik akademik adalah suatu jenis tumbuhan yang terbatas pada suatu daerah saja. Relik yang mencapai agihan sekunder dengan menempati agihan yang cocok disebut daerah relik migrant, habitatnya yang lebih belakangan ditempat tersebut disebut relik semu dan tumbuhannya pun disebut relik semu. Kebanyakan asas-asas ini dapat pula diterapkan untuk jenis-jenis tunggal atau takson lain, sekelompok jenis atau bahkan seluruh flora.

 

Kita dapat membedakan tiga golongan relik atas dasar tipe perubahan habitat terisolasinya tumbuhan itu.

  1. Relik pormasi yang menempati daerah terbatas  di dalam batas-batas lingkungan suatu komunitas yang mengalami perubahan-perubahan cukup besar dalam komposisinya. Contoh yang menyolok adalah jalur-jalur pohon yang tersisa, kadang  ditemukan dalam lahan  rumput yang luas.
  2. Relik geomorfologi yang dalam pemilihan habitatnya terkait pada kondisi-kondisi ekologi tertentu, tetapi terkait dengan perubahan-perubahan edafik dan bertalian dengan kondisi-kondisi untuk pertumbuhan yang biasa dihadapi tumbuh-tumbuhan itu.Contoh tumbuh-tumbuhan laut yang menghuni danau-danau air tawar, dan tumbuh-tumbuhan laut yang hidup di tepi teluk yang menjadi kering.
  3. Relik iklim yang memberikan bukit-bukit bahwa tumbuhan itu timbul dalam kondisi iklim yang berbeda dengan iklim sekarang dan bahwa semula tumbuh subur dalam kondisi iklim sebelumnya.Contohnya Jenis-jenis tumbuhan mesoterm yang ditemukan di beberapa daerah boreal yang telah menjadi sejuk sejak optimum glacial, ketika tumbuhan diduga mengadakan migrasi ke daerah-daerah ini.
  4. Masih ada dasar lain yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan relik, yaitu: umur dan asalnya, yang kelompok-kelompok utamanya adalah relik Pra Tersier, Tersier, (3) Glasial, Interglasial, dan Pascaglasial.

Daerah Agihan jenis-jenis Vikarid

Daerah agihan tumbuhan adalah daerah agihan takson-takson tumbuhan yang berkerabat dekat (vikariad) yag berasal pada nenek moyang yang sama dan cendrung terpisah-pisah (tanpa campur tangan manusia). Contoh-contoh jenis vikariad ditemukan  dalam hampir setiap monografi taksonami modern, dimana rentetan kesatuan-esatuan yang berkerabat dekat yang menghuni daerah-daerah geografi yang bebas biasanya dianggap  anak jenis atau jenis tersendiri. Jenis-jenis itu sama yang dianggap eksklusif, meskipun kadang-kadang daerah agihannya mungkin sedikit banyak bersifat eksklusif, meskipun kadang-kadang daerah agihannya mungkin sedikit banyak bersifat tumpang tindih dan kadang-kadang adalah soal beda pendapat.

Jenis-jenis vikariad yang sungguh (yang timbul dari nenek moyang yang sama) harus dibedakan dari jenis vikariad semu yang tidak mempunyai kekerabatan genetik yang dekat. Jenis-jenis vikariad yang sungguh dapat diklasifikasikan menurut cara terpisahnya satu sama lain yaitu :Horizontal (geografik), Altitudinal (fisiografik), Habitat (ekologik) dan Musiman.

Kebanyakan jenis vikariad sistematik yang terdiri atas pasangan-pasangan atau perangkat-perangkat takson tingkat tinggi yang bersifat sebagai jenis vikariad, tergolong dalam kategori geografik yang contohnya diberikan oleh berbagai ras paku garuda yang menghuni bumi berbeda-beda.

Baca Juga :