Pentingnya Sastra Anak dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah

Pentingnya Sastra Anak dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah

Pentingnya Sastra Anak dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah
Pentingnya Sastra Anak dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah

Di sekolah, sastra anak pada kenyataannya juga hanya menjadi bagian topik pelajaran bahasa.

Namun hal ini tidak perlu diperdebatkan, yang penting ada harapan bahwa pembelajaran sastra di tingkat SD agar memiliki keterampilan mendengarkan karya sastra dan membaca karya sastra. Selain itu, sastra anak juga akan memberikan nilai “didik dan kesenangan”.

 

Sastra anak, pada dasarnya merupakan wajah sastra yang fokus utamanya

Demi perkembangan anak. Di dalamnya, mencerminkan liku-liku kehidupan yang dapat dipahami oleh anak, melukiskan perasaan anak, dan menggambarkan pemikiran-pemikiran anak. Sastra anak, hendaknya memiliki nila-nilai tertentu yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan kejiwaan anak. Muatan sastra anak adalah rasa kesenangan, kegembiraan, kenikmatan, cita-cita dan petualangan anak.

 

Menurut perkembangan anak bahwa pemahaman anak terhadap bahasa (sastra)

Disesuaikan dengan perkembangan usia anak. Memasuki usia 4-7 tahun anak sudah dapat menangkap cerita-cerita yang dikisahkan, meskipun belum bisa membedakan antara khayalan dn kenyataan. Fantasi mereka masih tinggi, karena itu, pengajar sastra sulit menuntut mereka menceritakan unsur cerita secara terperinci dan detail.

Pada usia sekolah dasar (7-12) tahun kemampuan anak sudah cenderung meningkat, disamping mendengarkan, anak-anak umunya sudah dapat membaca. Mereka itu dikategorikan pengamat-pengamat yang teliti dan serius karena pandangan mereka yang realistis terhadap dunia, serta pandangan mereka yang serius terhadap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekelilingnya.

 

Pada usia 9-10 tahun anak-anak mulai terbuka minatnya

Penglihatannya lebih realistis, analisisnya lebih tajam dan kritis. Segala yang dibaca ingin diketahui seluk beluknya, sedangkan pada usia 11-12 tahun anak-anak sudah mulai merasa cukup mempunyai dasar untuk menelaan segala ilmu pengetahuan dan dengan dorongan jiwa mereka sudah mulai ingin coba-coba menjelajahi dunia.

Sastra anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak, yang akan dibentuk melalui cerita-cerita dan kisah-kisah tertentu. Dengan kata lain, sastra anak akan memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadiannya, di antaranya: (1) anak-anak terbentuk kepribadiannya secara alamiah karena telah menyaksikan dan menikmati sastra, (2) sastra anak akan menjadi penyeimbang emosi dan penanaman rasa tertentu secara wajar, (3) sastra anak akan menanamkan konsep diri, harga diri dan menemukan kemampuan yang realistik, (4) sastra anak akan membekali anak untuk lebih memahami kelebihan dan kekurangan dirinya, dan (5) sastra anak akan membentuk sifat-sifat kemanusiaan, seperti ingin dihargai, dicintai, keselamatan dan keindahan.

Beberapa hal yang berkaitan dengan sastra anak sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra meliputi karakterstik sastra anak, nilai dan fungsi sastra.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan/