Konsep Pelatihan, Pengertian, Tujuan Pelatihan dan Manfaat Pelatihan

Konsep Pelatihan, Pengertian, Tujuan Pelatihan dan Manfaat Pelatihan – Program pelatihan adalahupaya pengembangan sumber daya manusia. Untuk memahami efektivitas dan tingkat ketercapaian dari pelatihan maka dilaksanakan sebuah tahapan yaitu evaluasi. Evaluasi dilakukan tidak saja ada akhir pelatihan saja karena penilaian adalahmata rantai dari system pelatihan dimana dilaksanakan sebelum pelatihan, pada ketika pelatihan dan sesudah pelatihan.

A. Pengertian

Sikula dalam Sumantri (2000:2) menafsirkan pelatihan sebagai: “proses edukasi jangka pendek yang menggunakan teknik dan formalitas yang sistematis dan terorganisir. Para peserta pelatihan bakal mempelajari pengetahuan dan kemampuan yang sifatnya praktis untuk destinasi tertentu”. Berdasarkan keterangan dari Good, 1973 pelatihan ialah suatu proses menolong orang beda dalam mendapat skill dan pengetahuan (M. Saleh Marzuki, 1992 : 5). Sedangkan Michael J. Jucius dalam Moekijat (1990 : 2) menyatakan istilah pelajaran untuk mengindikasikan setiap proses guna mengembangkan bakat, kemampuan dan keterampilan pegawai guna menuntaskan pekerjaan-­pekerjaan tertentu.

Definisi pelatihan menurut keterangan dari Center for Development Management and Productivity ialah belajar untuk mengolah tingkah laku orang dalam mengemban pekerjaan mereka. Pelatihan pada dasarnya ialah suatu proses menyerahkan bantuan untuk para karyawan atau pekerja guna menguasai kemampuan khusus atau menolong untuk memperbaiki kelemahan dalam mengemban pekerjaan mereka.

Hadari Nawawi (1997) mengaku bahwa pelatihan pada dasarnya ialah proses menyerahkan bantuan untuk para pekerja guna menguasai kemampuan khusus atau menolong untuk membetulkan kekurangannya dalam mengemban pekerjaan. Fokus kegiatannya ialah untuk meningkatkan keterampilan kerja dalam memenuhi keperluan tuntutan teknik bekerja yang sangat efektif pada masa sekarang. Ernesto A. Franco (1991) menyampaikan pelatihan ialah suatu perbuatan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan seseorang pegawai yang mengemban pekerjaan tertentu. Dalam PP RI nomor 71 tahun 1991 pasal 1 disebutkan:

“Latihan kerja ialah keseluruhan pekerjaan untuk memperoleh, menambah serta mengembangkan produktivitas, disiplin, sikap kerja dan etos kerja pada tingkat kemampuan tertentu menurut persyaratan jabatan tertentu yang pelaksanaannya lebih mengkhususkan praktek dari pada teori”.

Veithzal Rivai (2004:226) menegaskan bahwa “pelatihan ialah proses sistematis mengolah tingkah laku pegawai untuk menjangkau tujuan organisasi. Pelatihan sehubungan dengan kemahiran dan keterampilan pegawai dalam mengemban pekerjaan ketika ini. Pelatihan mempunyai orientasi ketika ini dan menolong pegawai guna mencapai kemahiran dan keterampilan tertentu supaya berhasil mengemban pekerjaan”.

B. Tujuan Pelatihan

Tujuan pelatihan tidak melulu untuk menambah pengetahuan, kemampuan dan sikap saja, bakal tetapi pun untuk mengembangkan bakat seseorang, sampai-sampai dapat mengerjakan pekerjaan cocok dengan yang dipersyaratkan. Moekijat (1990 : 2) menyatakan tujuan umum pelatihan inilah ini :

untuk mengembangkan keahlian, sehingga kegiatan dapat ditamatkan dengan lebih cepat dan lebih efektif;
untuk mengembangkan pengetahuan, sehingga kegiatan dapat ditamatkan secara rasional;
untuk mengembangkan sikap, sampai-sampai menimbulkan keinginan kerjasama dengan teman-teman pegawai dan dengan manajemen (pimpinan).
Tujuan pelatihan menurut keterangan dari Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (1995 : 223) ialah untuk menambah pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan serta menambah kualitas dan produktivitas organisasi secara keseluruhan, dengan kata lain destinasi pelatihan ialah meningkatkan kinerja dan pada gilirannya akan menambah daya saing.

C. Manfaat Pelatihan

Manfaat pelatihan beberapa berpengalaman mengemukakan pendapatnya Robinson dalam M. Saleh Marzuki (1992 : 28) mengemukakan guna pelatihan inilah ini :

Pelatihan sebagai perangkat untuk membetulkan penampilan/kemampuan pribadi atau kumpulan dengan harapan membetulkan performance organisasi;
Keterampilan tertentu diajarkan supaya karyawan dapat mengemban tugas-tugas cocok dengan standar yang diinginkan;
Pelatihan pun dapat membetulkan sikap-sikap terhadap pekerjaan, terhadap pimpinan atau karyawan;
Memperbaiki standar keselamatan.
Pelatihan menurut keterangan dari Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana pun memberikan guna dalam mengurangi kekeliruan produksi; menambah produktivitas; menambah kualitas; menambah fleksibilitas karyawan; respon yang lebih balk terhadap perubahan; menambah komunikasi; kerjasama kesebelasan yang lebih baik, dan hubungan karyawan yang lebih harmonis (1998 : 215).

Sumber : https://is.gd/fiUz4H