Zat Adiktif Pada Bensin Dan Nama Oktan

Aditif dalam bensin

Jenis tambahan

  • Untuk memperlambat pembakaran bahan bakar, senyawa Pb digunakan untuk pertama kalinya sebagai TEL (Tetra Ethyl Lead) dan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether). Karena Pb beracun, penggunaannya telah diganti dengan senyawa organik seperti etanol.
  • Antioksidan digunakan untuk menghambat pembentukan kerak yang dapat menghalangi filter dan saluran bahan bakar. Bensin mengandung banyak olefin yang bereaksi dengan mudah dengan oksigen untuk membentuk kerak yang disebut permen karet. Jadi, bensin harus ditambahkan ke antioksidan, seperti alkylphenol.
  • Pewarna untuk membedakan berbagai jenis bensin. Misalnya pewarna kuning untuk bensin premium. Pewarna seharusnya tidak mempengaruhi kualitas bensin.
  • Anti-korosi untuk mencegah korosi logam yang bersentuhan dengan bensin, seperti tangki logam dan saluran bensin. Contoh antikorroksik adalah asam karboksilat.

Deterjen untuk karburator untuk mencegah / membersihkan kerak di karburator. Endapan kerak berasal dari partikel terbakar / asap dan karet. Kehadiran kerak dapat mengurangi kinerja mesin sehingga kendaraan membuang bahan bakar dan mesin cenderung wajib. Detergen karburator mengandung berbagai senyawa, seperti amina dan amida.
Antikerak PFI (Port Fuel Injection) Untuk membersihkan kerak pada sistem PFI kendaraan. Kerak dapat menghambat asupan bensin sehingga kendaraan sulit terbakar dan kekurangan energi. Pembentukan kerak dimulai ketika mesin dimatikan. Panas yang ada menyebabkan penguapan bahan bakar yang tersisa, yang meninggalkan senyawa berat seperti olefin. Olefin bereaksi dengan oksigen membentuk kerak karet. Contoh perilaku PFI adalah dispersan polimer yang mengandung senyawa, seperti amina polibutena dan amina polieter.
Polusi dari bahan yang mudah terbakar yang terbakar

Rumus kimia bensin bisa dijumpai pada RumusRumus.com


Pembakaran bensin di mesin kendaraan melibatkan pelepasan berbagai zat yang dapat menyebabkan polusi udara.

 CO2
CO dari pembakaran bahan bakar beracun yang tidak lengkap.
  
NOx (TIDAK, TIDAK 2). Pembakaran bahan bakar pada suhu tinggi di mana nitrogen hadir di udara teroksidasi. NOx dapat menyebabkan hujan asam dan kabut fotokimia
 
Pb pada penggunaan bensin mengandung aditif yang terdiri dari timbal adalah racun
Bensin yang digunakan oleh kendaraan akan menyebabkan dua masalah utama. Masalah pertama adalah merokok dan ozon di kota-kota besar. Masalah kedua adalah karbon dan gas rumah kaca.

Idealnya, ketika bensin dibakar di mesin kendaraan, hanya akan menghasilkan CO2 dan H2O. Padahal, pembakaran di dalam mesin tidak sempurna, dalam proses pembakaran bensin, juga diproduksi:

Karbon monoksida, CO, yang merupakan gas beracun
Nitrat oksida, NOx, adalah sumber utama asap di daerah perkotaan dengan sejumlah besar kendaraan.
Hidrokarbon yang tidak terbakar.

Untuk alasan ini, para ilmuwan sekarang mencoba mengganti bensin dengan bahan bakar hidrogen yang lebih ramah lingkungan, karena jika H2 ini direaksikan dengan O2, itu hanya akan menghasilkan uap air.
Nama produk bensin

Bensin memiliki berbagai nama, tergantung pada pabrikan dan Octane. Beberapa jenis bensin yang dikenal di Indonesia termasuk:

Premium, produksi Pertamina memiliki 88 Octan. [5]
Pertalitis, produksi Pertamina yang memiliki oktan 90
Pertamax, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 92.
Pertamax Plus, produksi Pertamina yang memiliki 95 Octan.
Pertamax Turbo, produksi Pertamina yang memiliki Octan 98.
Pertamax Racing, produksi Pertamina yang memiliki Octan 100. Di atas segalanya untuk kebutuhan balap motor.
Primax 92, produksi Petronas dengan Oktan 92.
Primax 95, produksi Petronas dengan Oktan 95.
Super 92, produksi Shell yang memiliki Oktan 92.
Super Extra 95, produksi Shell dengan Octan 95. [6]
Kinerja 92, total produksi dengan Oktan 92.
Kinerja 95, total produksi dengan Oktan 95.